TodayBerita – Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) memastikan proses pembelajaraan tatap muka di sekolah selama pandemi Covid-19 akan dimulai pada bulan Juli 2021. Hal ini dilakukan lantaran vaksinasi kepada guru dan tenaga pendidik a selesai pada bulan Juni 2021.
Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Penanganan Pandemi COVID-19 Andani Eka Putra saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Kamis (25/2/2021) mengatakan saat ini jumlah vaksinas mencapai 500 ribu hingga 1 juta perbulannya. sehinggat target vaksinasi kepada 5 juta Guru dan tenaga pendidik akan tercapai.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui kanal Youtube Sekertariat Presiden menginginkan sekolah bisa dimulai setelah program vaksinasi yang diberikan telah berjalan dengan lancar. Jokowi memiliki target jika bulan Juli 2021 anak-anak sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka.
“Targetnya nanti pada bulan Juli 5 juta guru, tenaga pendidik dan pendidikan semuanya bisa diselesaikan insya Allah. Sehingga nanti di bulan Juli pada saat ajaran baru semua bisa berjalan normal kembali, targetnya itu,” Terang Pak Jokowi.
Pembelajaran tatap muka ini sekaligus menjadi kampanye protokol kesehatan di sekolah baik untuk guru maupun siswa. “Masa pembelajaran tatap muka digunakan untuk kampanye menjaga kesehatan bagi guru dan siswa. berikan sosialiasi dan penyuluhan kepada siswa agar patuh kepada protokol kesehatan,” ucap Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan dasar dan Pendidikan Menengah, Jumeri.
Jumeri menambahkan jika nantinya pembelajaran tatap muka akan dimulai bertahap. “Misalnya separuh kelas, seminggu anak sekolah 2-3 hari saja dan dengan prokes ketat. Setelah vaksinasi selesai guru-guru diharap masuk karena anak-anak sudah lelah dan jenuh di rumah, berat banget. Siswanya berat, ortunya berat,” ujar Jumeri
Jumeri meminta kepada sekolah yang akan melaksanakan pembalajaran tatap muka bekerjasama dengan fasilitas kesehatan terdekat termasuk komunikasi dengan wali murid secara intensif. Namun, Jika masih ada orang tua yang khawatir anaknya terpapar virus covid-19 tetap diperbolehkan sekolah daring.
“Nanti kalau ortu masih khawatir anak-anaknya bisa tidak masuk ke sekolah atau tetap PJJ. Ini blended learning, campuran tatap muka dan jarak jauh, belum murni tatap muka. Prokesnya juga ketat,” jelas Jumeri. (Jul)