TodayBerita – Universitas Islam Malang (UNISMA) menambah panjang daftar kerjasamanya. Jumat (26/2/20121) Unisma dan Kedutaan Besar RI untuk Afghanistan menandatangani Nota kesepahaman (MoU).
Setelah penandatanganan MoU, selanjutnya diselenggarakan webinar internasional secara virtual. Webinar secara daring zoom dan live streaming ini dilaksanakan oleh UNISMA di Gedung Umar Bin Khattab. Acara daring tersebut diikuti oleh para wakil rektor Unisma, para dekan, anggota Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) serta para mahasiswa.
MoU tersebut ditanda tangani langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afghanistan Dr. Ir. Arief Rachman, MM., MBA. Sedangkan pihak UNISMA penandatanganan MoU diwakili oleh Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Junaidi, Ph.D.
Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menyampaikan penghargaannya kepada Dubes dimana kerja sama internasional kali ini adalah berkat KBRI Afghanistan yang merespon dengan cepat.
“Kami selaku pimpinan menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada dubes,” Ungkapnya.
Prof. Maskuri juga mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan upaya percepatan untuk memperluas jejaring UNISMA di tingkat internasional.
Pada kesempatan ini diselenggarakan pula webinar internasional bertema “Peluang Perguruan Tinggi Nahdlatul ulama (PTNU) mengembangkan jejaring guna mempersiapkan generasi emas membangun budaya dan peradaban dunia”. Adapun materi Webinar ini disampaikan oleh Dubes RI untuk Afghanistan, Arief Rachman.
Arief mengungkapkan pentingnya peran mahasiswa Unisma untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Indonesia harus mampu menyambut era emas pada 25 tahun mendatang.
“Mahasiswa adalah harapan bangsa untuk mewujudkan Indonesia maju, mandiri, adil dan makmur,” paparnya.
Arief mengungkapkan bahwa hampir di semua layanan publik sistem telah berbasis jaringan. Oleh karena itu mahasiswa Unisma perlu menjadi bagian dari perubahan tersebut.
Ia menekankan bahwa perkembangan potensi diri berbeda dari generasi sebelumnya.
“Maka jadilah generasi yang berkarakter, praktis, etis, realistis, tapi juga harus nasionalis dan religius sesuai dengan cita-cita Unisma,” tambahnya.
Arief juga mengingatkan bahwasanya percepatan merupakan kunci sehingga mahasiswa jangan sampai terlena dengan keadaan.
“Sebagai generasi yang sustainable harus melakukan perubahan yang lebih dari hari ke hari,” jelasnya. (Rfl)