TodayBerita – Kantor staf Presiden mengadakan kegiatan webinar pada hari Selasa (23/02/2021) pukul 14.00 hingga selesai. kali ini pada webinar tersebut membahas mengenai defisit anggaran dan utang pemerintah. Kegiatan tersebut dilakukan melalui zoom meeting dengan link atau sobat Today berita bisa menggunakan live streaming via channel Youtube Webinar Publik.

Webinar Kantor Staf Presiden
Adapun kegiatan ini nantinya dibuka langsung oleh staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jend. TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P dan akan di moderatori oleh Deputi III Bidang Perekonomian, DR. Pantan S. Sulendrakusuma. Ada tiga narasumber yang hadir dalam kegiatan webinar tersebut. Pertama staf khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, S.E, M, M. Hum, M.A.selanjutnya tenaga ahli utama kedeputian III KSP, Dr. Edy Priyono dan Prof Bustanul Arifin.
Kementerian keuangan Sri Mulyani melaporkan defisit APBN sepanjang tahun 2020 mencapai 956,3 Triliun atau setara dengan 5,07 persen. Sementara target yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden 72 tahun 2020 sebesar Rp 1.039,2 Triliun.
“Defisit dari APBN mencapai Rp 956,3 triliun, angka ini lebih dari yang ditulis di Perpres 72 yakni sebesar Rp 82,9 triliun, lebih kecil dari Perpres 72 yang tadinya defisit Rp 1.039,2 triliun,” jelas Sri Mulyani ketika memberikan paparan dalam konferensi per APBN KiTa secara virtual, Rabu (6/1/2021).
Defisit Negara terjadi karena penerimaan negara yang jauh lebih rendah dari belanja negara. hal ini dikarenakan pada tahun 2020 pemerintah mengucurkan dana anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai Rp 695,2 Triliun.
“Jadi terlihat tadinya APBN didesain menjadi APBN yang sehat untuk mendukung ekonomi, namun mengalami konsolidasi (akibat pandemi),” jelas Sri Mulyani.
Untuk Indonesia dibilang relatif aman oleh Sri Mulyani, karena defisit anggaran pemerintah Indonesia di 2019 adalah 2,3% dan naik jadi 6,1% di 2020. Sementara rasio utang pemerintah Indonesia naik dari 30,5% di 2019 menjadi 38,5% di 2020.
Sementara itu, hutang Pemerintah Indonesia hingga akhir Desember 2020 mencapai Rp 6.074,56 triliun. Angka ini naik Rp 1.296,56 triliun dalam setahun. Setoran pajak yang turun dan kebutuhan anggaran stimulus yang besar membuat defisit anggaran membengkak. Ujungnya utang harus ditambah, dan ini terjadi di seluruh dunia.
“Soal utang dan defisit naik disorot terus seolah-olah hanya kita negara yang ada di dunia ini. Negara lain juga mengalami hal yang sama,” tegas Sri Mulyani dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa, Selasa (16/2/2021) . (Jul)
