TodayBerita– Sejak semalam , Kamis (25/02/2021) trending “Microsoft” ramai di perbincangkan di jagat raya twitter. hal ini dikarenakan perusahaan raksasa itu menilai netizen Indonesia tidak sopan dan menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara.
Microsoft merilis laporan Digital Civility Index dan mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya. Hal ini tentu memancing emosi netizen Indonesia, tanpa pikir panjang, Netizen Indonesia langsung menyerbu sosial media Miscorost baik twitter maupun Instagram.

Komentar Netizen Indonesia di Instagram Microsoft
“Mau kena mental breakdance kykny bntr lg,” @Rts_Vionica melalui instagranya
“lu minta di boikot?,” tulis @idabgsgovala
“Aseli. Dayana, Reemar Martin, pemeran Dakyung sudah pernah jadi korban ke-ga sopanan ini,” tulis @RifalNurkholiq,
Namun, tak sedikit juga netizen yang berpihak kepada Microsoft dan setuju mengenai ketidaksopanan netizen Indonesia jika berada di sosial media. seperti yang sudah TodayBerita rangkum melalui Twitter.
“Karena Netizen indo tidak bisa membedakan data dengan opini. dalam film, netizen indo tidak bisa membedakan mana dunia nyata mana acting,” cuitan dari @HiWisnu.
“Kurasa itu kerjaan anak anak yang masih dibawah umur atau gak ABG ya. maksudnya mungkin org dewasa ada tapi lebih dominan ke anak anak. kan jaman skrg anak anak udah pada pny hp. kalau mereka ga srek sama statement tsb langsung deh di brondong komentar pedas,” tutur @Lijuna2 melalui akun twitternya.

Instagram Microsoft Tutup Kolom Komentar
Hingga kini, Jum’at (26/02/2021) Tagar Microsoft masih berada di puncak posisi. bahkan microsoft melalui akun centang birunya melakukan aksi tutup komentar karena diserang oleh netizen Indonesia. Gubernur Jawa Timur, Ridwan Kamil angkat bicara mengenai isu ini.
“Banyak membuli dan galak di medsos. Pas ketemu seolah paling sopan dan santun,”atau pas ditangkap karena sebar hoaks nangis tersedu-sedu,” tutur @ridwankamil.
Dikutip melalui Kompas.com, Riset Microsoft menyatakan tahun ini tingkat kesopanan netizen Indonesia turun 8 poin ke angka 76 dibandingkan dengan tahun lalu. hal ini dilihat dari makin tinggi angkanya makin buruk tingkat kesopanannya.
Kemunduran tingkat kesopanan ini dipengaruhi oleh usia dewasa dengan presentase 68 persen, sementara untuk usia remaja tidak berkontribusi dalam tingkat kemundursan kesopanan digital di Indonesia 2020. Ada tiga faktor yang mempengaruhi risiko tingkat kesopanan di Indonesia.
Pertama, hoaks dan penipuan sebanyak 47 persen, kedua faktor ujaran kebencian 27 persen, serta faktor diskriminasi 13 persen. sementara itu, Untuk peringkat ke-empat dengan tingkat kesopnana tertinggi diraih oleh Singapura dnegan total 57 persen. (Jul)
