Lagi, 380 Santri Di Kabupaten Tasikmalaya Positif Covid-19

0

TodayBerita – Masyarakat di Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dihebohkan dengan adanya informasi mengenai 380 santri dan 52 pengajar di salah satu pondok pesantren. mereka pun harus di evakuasi secara massal ke beberapa tempat isolasi.

Koko Apipudin selaku anggota satuan pengamanan mengungkapkan jika para santri berasal dari berbagai daerah diantaranya Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Bandung, Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Kota Medan serta Kota Palu.

“Setelah diketahui adanya santri yang bergejala hilang indera penciumannya kemudian dilakukan tes swab mandiri degan menggunakan test polymerase chain reaction hasilnya positif. kemudian dilakukan swab massal sebanyak 16 dan hasilnya lima orang positif,” Kata Asep Hendra Hendriyana, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan kota Tasikmalaya.

Hasil yang terpapar 380 santri tersebut diantaranya 50 pengajar, 154 santri putra dan 171 santri putri. Mereka tidak di izinkan pulang, Proses evakuasi para santri dan tenaga pengajar ini cukup dramatsi sehingga viral di media sosial. bagaimana tidak? mereka dibawa langsung ke tempat isolasi mandiri menggunakan 21 ambulans dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

Sebagian dari mereka ada yang di isolasi di Hotel Crown untuk santri putra, Rumah Sakit Dewi Sartika  untuk santri putri serta sebagian lagi tetap berada di pondok pesantren.  Beberapa petugas dengan APD lengkap pada hari itu juga melakukan penyemprotan disinfektan di dalam areal pondok pesantren.

Sebelumnya di Kabupaten yang sama, sudah pernah terjadi penyebaran covid-19 di klaster pesantren. tepatnya pada 30 September pada tahun 2020, informasi ini sempat membuat geger masyarakat kabupaten Tasikmalaya karena menerima pesan berantai di media sosial dan aplikasi perpesanan mengenai keluarga salah satu pesantren di Kabupaten Tasikmalaya terpapar covid-19.

Sementara itu, Dikutip dari Kompas Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane meminta para santri yang mengalami gejala Covid-19 untuk melaporkan kondisinya dengan jujur ke pihak pondok pesantren.

Hal ini ia ungkapkan karena risiko penularan Covid-19 di pondok pesantren cukup besar karena santri tinggal dalam satu populasi dalam waktu yang lama. upaya pencegahan juga bisa dilakukan dengan mengurangi kontak sosial di luar pondok pesantren serta memberikan tes swab massal sebelum masuk ke area pondok pesantren.

Hingga Senin (15/02/2021) Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mencatat akumulatif kasus terkonfirmasi positif covid-19 di kota Tasikmalaya sebanyak 3.891 orang. angka-angka tersebut, 3065 orang dinyatakan sembuh dan 758 orang masih menjalani isolasi mandiri serta 68 orang dinyatakan meninggal dunia.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.