Berikut Kilas Balik Sejarah Lahirnya Hari Pancasila

0

TodayBerita – Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 tahun 2016, menetapkan setiap tanggal 01 Juni di Indonesia diperingati sebagai hari lahirnya pancasila sekaligus hari libur Nasional.

kalian perlu tahu, tonggak dimulai sejarah hari lahir pancasila ketika Presiden Republik Indonesia yang pertama yakni bapak Ir Soekarno menyampaikan pidato dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai.ada sejarah panjang dibalik penetapan tanggal 01 sebagai hari lahir pancasila. penasaran? kami akan bantu jelaskan!

Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia tanggal 24 Agustus 1945, hal ini dilakukan karena Jepang terdesak oleh serangan pasukan sekutu dalam perang dunia kedua tahun 1945. Hal yang Jepang lakukan saat itu adalah membentuk badan persiapan (BPUPKI) yang beranggotakan 60 orang dan diresmikan pada 29 April 1945 diketuai oleh Radjiman Wedjodiningrat dan wakilnya Raden Panji Soeroso serta seorang wakil Jepang bernama Ichubangasa.

Pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 BPUPKI menggelar sidang pertamanya, dalam sidang ini dibahas mengenai landasan-landasan bernegara atau dasar Indonesia merdeka. Moh Yamin sebagai salah satu peserta sidang mengusulkan dasar Negara Indonesia yakni sebagai berikut Peri Kebangsaan, Peri kemanusiaan, Peri ketuhanan, Peri kerakyatan dan kesejahteraan rakyat.

Sementara Soekarno mengusulkan dasara negara dasar filsafat, fundamen dan pikiran mendalam yang menjadi dasar dari sebuah negara Indonesia (philosophische grondslag). Kebangsaan / nasionalisme, kemanusiaan (internasionalisme) musyawarah, mufakat, perwkilan, kesejahteraan sosial serta ketuhanan yang berkebudayaan.

“Namanya bukan panca dharma, tetapi saya namakan Pancasila dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa . sila artinya asas atau dasar dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi,” ucap orang nomor 1 di Indonesia kala itu.

Tidak semudah itu, di tanggal yang sama dibentuklah panitia kecil dengan anggota 8 orang yang bertugas menampung dan mengidentifikasi usulan semua anggota BPUPKI. dari hasilnya ada dua kubu kelompok yang ingin mendirikan negara bersyariat islam, satu lagi adalah golongan nasionalisme tidak berdasar hukum agama.

Akhirnya membentuk lagi sebuah tim beranggotakan sembilan orang. tim ini dikenal sebagai “Panitia Sembilan” yang menghasilkan Piagam Jakarta berisi kesepakatan dasar Negara:

“Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya; kemanusiaan yang adil dan beradab; persatuan Indonesia; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,”

Panitia ini mengesahkan Dasar Negara dan UUD 45. ketua PPKI pada saat itu adalah Sukarno dan Muhammad Hatta sebagai wakil ketua. Resmi pada tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Sukarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Sehari kemudian datang perwakilan dari Indoensia Timur yang mempermasalahkan isi Piagam Jakarta terutama pad kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya,” dari situ diadakan diskusi kembali dan disepakati mengganti kalimat “Ketuhanan yang Maha Esa,” menjadi sila ke-1 Pancasila. (Jul)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.