
Ajang yang diinisiasi oleh Psikoday (Today Group) di bawah kepemimpinan Psikolog sekaligus Founder Ade Laressa, S.Psi., M.Psi, Psikolog. ini diproyeksikan sebagai wadah inklusif bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini bertujuan melahirkan ikon generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kecakapan dalam public speaking, kepemimpinan, wawasan luas, serta kepedulian sosial yang nyata.
Di antara jajaran pemenang yang bersinar, prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh perwakilan dari Universitas Wisnuwardhana Malang yang sukses mengamankan posisi posisi Runner Up 1 dan Runner Up 2 Miss Inspiratif Icon Campus 2026.
Gelar Runner Up 1 Miss Inspiratif Icon Campus 2026 diraih oleh Lia Kusumawardani, mahasiswi dari Universitas Wisnuwardhana Malang. Di lingkungan internal kampus, ia tercatat aktif dalam sejumlah organisasi penunjang akademik dan sosial. Lia pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk periode 2025–2026. Selain itu, ia juga bergabung sebagai anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) dan PMI Kota Malang, serta aktif dalam kegiatan di Lembaga Terapan Psikologi.
Sementara untuk aktivitas di luar kampus, ia produktif memberikan edukasi di bidang literasi digital. Lia secara konsisten menulis artikel yang berfokus pada ulasan ilmu psikologi di platform komersial Kompasiana. “Artikel aku lebih banyak membahas hal unik tentang Psikologi yang kadang ditanyakan orang orang di sekitar aku, misal kayak apasih yang terjadi saat orang itu kesurupan, atau sebenernya Psikopat itu ada atau ngga dan bener ga sih trauma itu membentuk kepribadian kita” ucap Lia.
Sementara itu, posisi Runner Up 2 disabet oleh Nia Kusumawardani dari kampus yang sama. Selama kuliah, ia aktif sebagai Asisten Laboratorium Psikologi dan terlibat dalam pengelolaan media internal sebagai Kepala Produser Insomnia Podcast. Dalam proyek media tersebut, ia memegang peran ganda, baik di depan layar sebagai host (pemandu acara) maupun di balik layar sebagai teknisi operasional. Sama seperti Runner Up 1, ia juga tercatat aktif di Lembaga Terapan Psikologi.
Di samping itu, Nia memiliki rekam jejak sebagai sukarelawan (volunteer). Ia kerap terlibat dalam kepanitiaan acara kampus seperti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) serta pameran akademik. Di tingkat eksternal, ia juga pernah menjadi volunteer dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diselenggarakan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) pada Oktober tahun lalu.
Founder INSPIRATIF ICON, Ade Laressa, menyampaikan bahwa terpilihnya perwakilan terbaik ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya visi besar mereka. “Saya bersama Kak Seto ingin membangun Gerakan Generasi Inspiratif Indonesia. Harapannya melalui gerakan ini, kita dapat mewujudkan visi Psikoday yakni ‘Inspirasi Indonesia untuk Global’,” ungkap Ade.
Selain pemilihan kategori kampus, rangkaian acara yang bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional dan HUT ke-75 Kak Seto ini juga menghadirkan seminar berskala nasional yakni Indonesia Mental Health Summit (IMHS) 2026. Seminar hybrid tersebut menghadirkan tokoh anak nasional, Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. (Kak Seto), yang membedah pentingnya menjaga kesehatan mental generasi muda di era digital.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari penerapan sinergi Multi-Helix yang melibatkan berbagai lini sektor. Mulai dari komunitas Indonesia Mental Health Summit (IMHS), Ikatan Alumni & Mahasiswa Bengkulu Indonesia (CAMBI), Yayasan Kesehatan Mental Indonesia (KMI), praktisi medis, hingga Pemerintah Kota Malang.
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Muhamad Sailendra, ST., MM., yang mewakili Pemerintah Kota Malang. Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa berprestasi yang memiliki kepekaan sosial tinggi seperti para pemenang ini sangat krusial dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda demi mempersiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
